1. 1. Air Terjun Pantai Pelang

Air Terjun Pantai Pelang terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Propinsi Jawa Timur.
Temapt ini berada lebih kurang 300 m arah barat laut Pantai Pelang,
Trenggalek. Air terjun ini memiliki ketinggian 25 m dan dapat digunakan
untuk mandi. Bahkan penduduk setempat meyakini air terjun ini akan
membuat awet muda seseorang bila mandi di tempat ini. Oleh warga sekitar
air terjun ini disebut juga Air Terjun Grobogan Sewu. Sumber air
terjun ini mengalir dan turun dari sela-sela karang menuju dasar yang
berupa batu-batu berwarna keputihan. Dibalik air terjun ini terdapat
goa kecil kira-kira seukuran daun pintu.
2. 2. Pantai Damas
Pantai
Damas merupakan obyek wisata yang terletak di desa Karanggandu, sekitar
5 km disebelah barat pantai Prigi Kabupaten Trenggalek. Pantai ini
begitu indah dan asri namun pantai ini belum begitu dikenal seperti
pantai Prigi dan pantai Pelang. Pemerintah masih mengupakan akses jalan
menuju pantai ini untuk menarik minat para wisatawan.
3. 3. Pantai Mblado
Pantai mblado adalah salah satu tempat pariwisata pantai di kecamatan
munjungan yang berada di desa munjungan. Pantai Mblado merupakan pantai
yang cukup indah yang mana disana terdapat fasilitas, seperti
penginanpan yang mungkin cukup murah, pantai ini sangat indah dan
terdapat pohon kelapa yang tertanam sepanjang pantai. Disana terdapat
penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap jaring pantai yang
sangat unik. disana juga terdapat fasilitas untuk tempat kemping yang
cukup luas dan ditumbuhi oleh pohon kelapa yang masih muda dan sangat
rindang.
4. Pantai Konang
Pantai
Konang terletak di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Pantai ini
cukup indah dengan pemandangan yang asri. Tidak banyak orang yang
mengetahui tentang pantai ini, hanya masyarakat setempat yang tahu.
5.Pantai Pelang
Pantai
Pelang terletak dikecapatan Panggul, agak jauh dari kota Trenggalek.
Namun demikian bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bus
trenggalek jurusan Lorok-Pacitan. Pantai ini terkenal dengan ombaknya
yang relatif tenang dan menawarkan panorama yang indah. Disepanjang
jalan ke air terjun, juga terlihat tebing-tebing yang tinggi.
sumber : klik aja
6. Pantai Prigi
8. Wonowisata Trenggalek
Tempat Wisata di Trenggalek di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek, di lereng Gunung Jaaz, 2 km dari pusat Kota Trenggalek, dengan pemandangan ke arah Kota Trenggalek.
9. Pantai Kili-kili
Tempat Wisata di Trenggalek di Desa Wononcoyo, Kecamatan Panggul, 56 km dari Kota Trenggalek, dengan ombak relatif tenang,Terdapat tempat konservasi penyu/kili-kili, yang sekarang sudah mulai di kembangkan.
sumber : klik aja
10. gua lawa
Trenggalek - Salah satu obyek wisata andalan yang tak kalah menarik di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, adalah Gua lowo (kelelawar). Selain dikenal sebagai salah satu temuan goa terbesar di Asia Tenggara, Goa Lowo yang telah dikunjungi puluhan ribu orang sejak resmi dijadikan obyek wisata daerah pada tahun 1984, sampai sekarang ternyata masih menyimpan sejuta misteri.
Goa Lowo yang berarti Goa Kelelawar, terletak di Desa Watuagung Kecamatan, Watulimo. Lokasinya kurang-lebih terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Trenggalek maupun dari Kota Tulungagung.
Kalau ditarik dari pusat Kota Surabaya yang notabene ibu kota Provinsi Jawa Timur, jaraknya sebagaimana estimasi pihak dinas pariwisata setempat, ditaksir sekitar 180-an kilometer.
Goa Lowo berada di jalur wisata pantai selatan, tepatnya ke arah Pantai Prigi dan Pantai Pasir Putih di Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat pengunjung/wisatawan merasa dimudahkan kerena bisa satu paket perjalanan wisata.
Akses jalan dari Kota Trenggalek ataupun dari Kota Tulungagung menuju ke Goa Lowo cukup baik. Meskipun tidak terlalu lebar, perjalanan wisata menuju Goa Lowo terasa akan sangat nyaman karena seluruh akses, bahkan hingga pintu goa, sepenuhnya sudah beraspal.
Suasana khas pedesaan dengan frekwensi kendaraan yang tidak ramai semakin menambah keasyikan dalam menikmati perjalanan menuju salah satu goa terbesar di Asia Tenggara ini.
Mendekati Goa Lowo, jalan berubah menjadi berbukit-bukit, naik-turun, dan banyak tikungan tajam. Pengunjung atau wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya sedikit berhati-hati karena beberapa tikungan cukup tajam dengan tanjakan ekstrem.
Sesampainya di area Goa Lowo, setiap pengunjung terlebih dahulu harus membeli tiket masuk seharga Rp4.000/orang.
Begitu masuk ke kompleks atau area wisata ini, pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas. Maklum, lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut goa, jalanan sudah dipaving bersih membelah di antara teduhnya pepohonan kayu jati.
Setelah menyeberangi sungai dengan jembatan, pengunjung akan disambut oleh sebuah patung dengan perwujudan menyerupai seorang ratu.
Warga sekitar maupun petugas wisata setempat acapkali menyebutnya sebagai Sri Ratu Lowo, mungkin patung itu disimbolkan sebagai ratu dari semua kelelawar yang ada di dalam goa ini.
Beberapa patung yang menyimbolkan prajurit kelelawar dengan sebuah "pentungan" juga terlihat dalam perjalanan menuju mulud goa.
Begitu melewati mulut goa, pengunjung akan langsung disambut dengan ruangan pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit-langit goa setinggi kurang-lebih 20-50 meter, lebar sekitar 50 meter, mulai dinding goa dipenuhi dengan panorama dan beraneka bentuk.
Pengunjung yang datang ke tempat ini tidak perlu khawatir tentang akses jalan ke dalam goa karena memang sudah dibuat jalan khusus untuk pengunjung dengan sebelah kanan-kiri diberi lampu yang tidak terlalu terang, menambah kesan eksotis di dalam goa.
Semakin masuk ke dalam, selanjutnya akan terdengar bunyi tetesan air yang datang silih-berganti. Bunyi ini muncul dari bunyi tetesan air yang meluncur dari ujung stalaktit yang menghujam lantai goa/stalagmit.
Hal inilah yang kemudian menyebabkan akses jalan ke dalam goa ini cukup becek. Setiap pengunjung yang ingin berwisata menjelajah sekilas pemandangan perut bumi di tempat ini sebaiknya menggunakan sepatu saat masuk ke goa agar kaki tidak kotor. Jika tidak, disarankan agar menggunakan sandal agar tidak terpeleset.
Dalam perjalanan awal menuju dalam goa, pengunjung yang datang pada siang hari tidak akan menemukan banyak kelelawar seperti dibayangkan. Maklum, pada jam kunjung siang hingga sore hari, kelelawar biasanya sedang tidur dan menempel pada dinding atas goa.
sumber : klik aja
Tempat Wisata di Trenggalek di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek, di lereng Gunung Jaaz, 2 km dari pusat Kota Trenggalek, dengan pemandangan ke arah Kota Trenggalek.
9. Pantai Kili-kili
Tempat Wisata di Trenggalek di Desa Wononcoyo, Kecamatan Panggul, 56 km dari Kota Trenggalek, dengan ombak relatif tenang,Terdapat tempat konservasi penyu/kili-kili, yang sekarang sudah mulai di kembangkan.
sumber : klik aja
10. gua lawa
Trenggalek - Salah satu obyek wisata andalan yang tak kalah menarik di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, adalah Gua lowo (kelelawar). Selain dikenal sebagai salah satu temuan goa terbesar di Asia Tenggara, Goa Lowo yang telah dikunjungi puluhan ribu orang sejak resmi dijadikan obyek wisata daerah pada tahun 1984, sampai sekarang ternyata masih menyimpan sejuta misteri.
Goa Lowo yang berarti Goa Kelelawar, terletak di Desa Watuagung Kecamatan, Watulimo. Lokasinya kurang-lebih terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Trenggalek maupun dari Kota Tulungagung.
Kalau ditarik dari pusat Kota Surabaya yang notabene ibu kota Provinsi Jawa Timur, jaraknya sebagaimana estimasi pihak dinas pariwisata setempat, ditaksir sekitar 180-an kilometer.
Goa Lowo berada di jalur wisata pantai selatan, tepatnya ke arah Pantai Prigi dan Pantai Pasir Putih di Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat pengunjung/wisatawan merasa dimudahkan kerena bisa satu paket perjalanan wisata.
Akses jalan dari Kota Trenggalek ataupun dari Kota Tulungagung menuju ke Goa Lowo cukup baik. Meskipun tidak terlalu lebar, perjalanan wisata menuju Goa Lowo terasa akan sangat nyaman karena seluruh akses, bahkan hingga pintu goa, sepenuhnya sudah beraspal.
Suasana khas pedesaan dengan frekwensi kendaraan yang tidak ramai semakin menambah keasyikan dalam menikmati perjalanan menuju salah satu goa terbesar di Asia Tenggara ini.
Mendekati Goa Lowo, jalan berubah menjadi berbukit-bukit, naik-turun, dan banyak tikungan tajam. Pengunjung atau wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya sedikit berhati-hati karena beberapa tikungan cukup tajam dengan tanjakan ekstrem.
Sesampainya di area Goa Lowo, setiap pengunjung terlebih dahulu harus membeli tiket masuk seharga Rp4.000/orang.
Begitu masuk ke kompleks atau area wisata ini, pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas. Maklum, lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut goa, jalanan sudah dipaving bersih membelah di antara teduhnya pepohonan kayu jati.
Setelah menyeberangi sungai dengan jembatan, pengunjung akan disambut oleh sebuah patung dengan perwujudan menyerupai seorang ratu.
Warga sekitar maupun petugas wisata setempat acapkali menyebutnya sebagai Sri Ratu Lowo, mungkin patung itu disimbolkan sebagai ratu dari semua kelelawar yang ada di dalam goa ini.
Beberapa patung yang menyimbolkan prajurit kelelawar dengan sebuah "pentungan" juga terlihat dalam perjalanan menuju mulud goa.
Begitu melewati mulut goa, pengunjung akan langsung disambut dengan ruangan pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit-langit goa setinggi kurang-lebih 20-50 meter, lebar sekitar 50 meter, mulai dinding goa dipenuhi dengan panorama dan beraneka bentuk.
Pengunjung yang datang ke tempat ini tidak perlu khawatir tentang akses jalan ke dalam goa karena memang sudah dibuat jalan khusus untuk pengunjung dengan sebelah kanan-kiri diberi lampu yang tidak terlalu terang, menambah kesan eksotis di dalam goa.
Semakin masuk ke dalam, selanjutnya akan terdengar bunyi tetesan air yang datang silih-berganti. Bunyi ini muncul dari bunyi tetesan air yang meluncur dari ujung stalaktit yang menghujam lantai goa/stalagmit.
Hal inilah yang kemudian menyebabkan akses jalan ke dalam goa ini cukup becek. Setiap pengunjung yang ingin berwisata menjelajah sekilas pemandangan perut bumi di tempat ini sebaiknya menggunakan sepatu saat masuk ke goa agar kaki tidak kotor. Jika tidak, disarankan agar menggunakan sandal agar tidak terpeleset.
Dalam perjalanan awal menuju dalam goa, pengunjung yang datang pada siang hari tidak akan menemukan banyak kelelawar seperti dibayangkan. Maklum, pada jam kunjung siang hingga sore hari, kelelawar biasanya sedang tidur dan menempel pada dinding atas goa.
sumber : klik aja








Tidak ada komentar:
Posting Komentar